Bertempat di aula Konsulat Jendral Republik Indonesia Kota Kinabalu tanggal 27 Agustus 2019, acara tersebut dihadiri oleh Bp. Khrisna Jaelani selaku Konsul Jendral Republik Indonesia beserta jajarannya, Bp. Nayuddin selaku perwakilan dari SIKK, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Fatah Santosa, Satgas KKN UNNES, Ahmad Yulianto, Dosen Pembimbing KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, M Syarif Nasution dan mahasiswa KKN – PPL dari UNNES, UMS, UIN Syarif Hidayatullah dan IAIN Salatiga.

Dalam sambutannya Konsul Jendral menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 150 ribu orang Indonesia di wilayah kerja KJRI Kota Kinabalu yang berdokumen resmi. Adapun yang illegal jumlahnya lebih besar lagi dan diperkirakan mencapai 450 – 600 ribu orang. Tentu saja bukan sebuah tugas yang mudah bagi KJRI untuk melayani jumlah WNI sebesar itu. Kedatangan mahasiswa KKN & PPL sedikit mengurangi beban kerja KJRI dengan peran serta dan kontribusi mahasiswa di bidang pendidikan dan sosial. Ke depan diharapkan akan ada lebih banyak lagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan pengabdian di Kinabalu.

Sementara itu, Prof. Fatah Santosa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta menambahkan bahwa KKN & PPL adalah ajang bagi mahasiswa untuk mengamalkan apa yang sudah mereka pelajari di bangku kuliah. Selain mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada KJRI Kinabalu dan SIKK, Prof. Santosa berharap bahwa pengalaman ini bisa menjadi bekal yang berharga bagi para mahasiswa dalam mengarungi kehidupan yang sesungguhnya sesudah mereka lulus nanti.

Dalam kesempatan yang sama, Satgas KKN, Ahmad Yulianto, mengingatkan pentingnya menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa. KKN & PPL di negeri seberang ini menjadi sangat berarti karena bisa menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menggugah rasa kebangsaan yang seringkali justru muncul ketika kita berada jauh dari tanah air. Menutup sambutannya, DPL KKN UNNES tersebut menyitir ucapan mantan Presiden Amerika John F Kennedy “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country. Jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan padamu, tapi tanya dirimu apa yang bisa kamu berikan pada negaramu.”

Sementara itu, M Syarif Nasution selaku dosen pembimbing dari UIN Syarif Hidayatullah mengusulkan perlunya kerja-sama dan sinergi antara 4 perguruan tinggi yang melakukan PPL dan KKN di Kinabalu. (AY)