Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang mengadakan Rapat Pimpinan (RAPIM) Semester II, Rabu (20/11) bertempat di Best Western Premier Solo Baru. Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd selaku ketua LPPM dalam sambutannya menyampaikan RAPIM ini diikuti oleh para ketua pusat yang ada di lingkungan LPPM, para ketua gugus, Kabag TU beserta para Kasubbag, staf akademik dan beberapa tenaga kependidikan yang terkait. Selain itu RAPIM ini perlu diadakan guna mengevaluasi kinerja LPPM pada Semester II Tahun 2019.

Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum secara khusus menyempatkan menghadiri acara Rapat Pimpinan LPPM, beliau menyampaikan untuk menjaga beberapa hal yaitu kebersamaan, dosen adalah akademisi yang terdidik menjadi orang baik, namun juga ada beberapa yang kurang baik, sebagai perumpamaan angsa itu berwarna putih, namun pada kenyataannya juga ada angsa berwarna hitam istilahnya anomali. Contoh lain adalah mahasiswa, di harapkan semuanya berkharakter tapi segelintir mahasiswa anomali dan ini menjadi bagian dari tantangan kepemimpinan khususnya kepemimpinan bertumbuh.

“Tantangan yang makin besar membutuhkan nahkoda yang hebat yang mampu melewati gelombang yang begitu besar. UNNES pun begitu, satu persatu masalah yang ada tidak hanya menjadi masalah internal namun juga menjadi masalah UNNES dengan masyarakat luar negeri. Tetapi kebersamaan harus tetap dijaga. Yang menjadi tantangan perguruan tinggi sampai di tingkat sinergitas data. Unnes sedang mengembangkan system Smart campus yg cerdas pada data dan IT, hal lain adalah ketika warga UNNES bisa berkomunikasi dengan bahas asing, terkhusus Bahasa inggris. Dua hal itu adalah perekat kebersamaan di UNNES di era disrupsi” imbuhnya Hal lain yang beliau sampaikan berikutnya adalah integritas, utamanya dalam hal keuangan, jangan sampai ada pimpinan bermasalah dengan integritas, keuangan, korupsi, kolusi karena UNNES adalah Lembaga yang berzona integritas. Bentuk integritas ini adalah layanan prima diantaranya, dalam hal pencairan dana penelitian misalnya tidak boleh lambat. Selanjutnya adalah konektifitas dan sinergitas data, ini harus selaras dan yang tidak kalah penting adalah kerja nyata, misalnya dalam mencapai target publikasi internasional, Pusat Unggulan Iptek, jumlah paten dan hak cipta. Kinerja Unnes dalam hal penelitian masih berkinerja proses ini menjadi tugas penting para kepala pusat di lingkungan LPPM.