LPPM Universitas Negeri Semarang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI menyelenggarakan Patent Drafting Camp Tingkat Dasar yang dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 19 s.d 23 September 2022. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan bagaimana menyusun dokumen spesifikasi paten dengan baik dan benar dan siap untuk diajukan permohonannya ke DJKI.

Sebanyak 47 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi pemerintah di Indonesia hadir dalam kegiatan, antara lain Jawa Tengah, DIY, Kaltim, Kalbar, Papua, Bali dan Sumbar. Pimpinan DJKI, UNNES, dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, serta para tamu undangan di lingkungan UNNES juga turut mengikuti Pembukaan Patent Drafting Camp.

Dalam pembukaan, Wakil rektor bidang akademik Prof. Dr. Zaenuri M.Si, Akt turut mendorong para inventor terutama di UNNES untuk meningkatkan jumlah paten dan melakukan hilirisasi penelitian dan komersialisasi invensi yang mampu meningkatkan perekonomian dalam negeri.

“Kegiatan Patent Drafting Camp ini diharapkan mampu meningkatkan keahlian dari para inventor untuk menyusun spesifikasi paten maupun memberikan jawaban komunikasi dalam pemeriksaan substansif.” Jelas Drs. Yasmon M.L.S. Direktur Paten, Desain tata letak sirkuit terpadu dan Rahasia Dagang dalam Pembukaan kegiatan.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari pejabat internal maupun eksternal DJKI, antara lain Drs. Yasmon M.L.S, Victor Adi Kurnia dari Legal PT. Pura Barutama, dan Setyo Purwantoro Sub Koordinator Penulusuran Paten Direktorat Paten, DTLST dan RD serta 20 pemeriksa paten untuk mendampingi 47 peserta.

Sebagaimana diketahui, salah satu luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen adalah HKI (Hak Kekayaan Intelektual) seperti Hak Cipta, Paten, Merek, Desain Indusatri, Paten merupakan jenis KI yang dalam proses permohonannya memerlukan persyaratan dan keahlian khusus, yaitu penyusunan Spesikasi Paten, yang mencakup Deskripsi, Klaim, dan Abstrak.

Diharapkan kegiatan ini mampu menjalin sinergi antara DJKI Kemenkumham RI, LPPM UNNES serta para inventor dalam meningkatkan pemahaman dan keahlian dosen/inventor menyusun spesifikasi paten, yang pada gilirannya dapat meningkatkan jumlah paten yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga pada khususnya dan paten Indonesia pada umumnya.