Salah satu target Nawacita UNNES tahun 2019 adalah perolehan paten sebanyak 30 judul. Sementara jumlah paten (granted) yang dimiliki UNNES saat ini hanya 10 paten. Oleh karena itu diperlukan terobosan kebijakan agar target Nawacita tersebut dapat tercapai.

Disadari bahwa banyak karya atau inovasi yang dihasilkan para peneliti/pengabdi di Unversitas Negeri Semarang. Inovasi tersebut sebagai luaran berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber dana DRPM maupun dan DIPA UNNES.

Namun demikian sebagian besar karya/inovasi tersebut belum didaftarkan untuk mendapatkan paten. Ada beberapa faktor penyebabnya, antara lain kurangnya pemahaman tentang paten, prosedur pendaftaran paten, keterbatasan waktu dan biaya, serta kesibukan para dosen.

Untuk mengatasi kendala tersebut, maka perlu diambil kebijakan khusus, antara lain dengan Program Fasilitasi Perolehan Hak Paten, dimana para inventor akan didampingi mulai dari penyusunan deskripsi paten, pemberkasan dokumen paten, bantuan biaya pendaftaran, pemeriksaan substatif hingga mendapatkan Sertifikat Paten (granted). Sebagai langkah awal, dilakukanlah Workshop Penyusunan Deskripsi Paten yang akan berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 15-16 April 2019 di LP2M UNNES.. Dalam kegiatan ini  telah terdaftar sebanyak  50 (lima puluh) invensi dari para dosen UNNES yang akan diajukan paten. Workshop ini melibatkan 12 tenaga ahli dari Sentra KI LP2M UNNES dan 4 tenaga ahli dari DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) Kemenkumham RI. Diharapkan program fasilitasi perolehan paten ini dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga dapat mendongkrak perolehan paten UNNES.